(ABNA24.com) Di Iran, langkah-langkah pencegahan dan rencana untuk mengendalikan virus telah dinaikkan ke tingkat teknologi pintar dan hasil ilmiah yang cemerlang telah diperoleh di bidang ini. Dalam waktu kurang dari dua bulan, kerja keras yang tak kenal lelah dalam perang melawan virus Corona, telah memunculkan kreativitas dan bakat di Iran dalam berbagai dimensi dari ekonomi ke kesehatan.
Dalam hal ini, pada hari Sabtu (18/04/2020) dengan kehadiran Sorena Sattari, Wakil Presiden Iran untuk Urusan Sains dan Teknologi meresmikan sejumlah produk teknologi yang berkaitan dengan penyakit Corona, termasuk kit diagnosis cepat, isolasi dan pintu kontrol masuk dan keluar serta desinfeksi dan aplikasi Tak (Nutrisi, Keselamatan dan Corona).
Sekarang, dengan upaya tak kenal lelah dan mengagumkan dari staf medis dan dokter negara itu dan dengan kemampuan perusahaan berbasis pengetahuan serta pakar ilmiah dan teknologi dari Angkatan Bersenjata dan IRGC, prestasi gerakan besar ini terbukti.
Dengan lompatan ilmiah, terutama di bidang farmasi dan peralatan medis, Iran berada dalam posisi untuk membantu negara-negara lain menghadapi krisis Corona. Para pakar riset Universitas Teknologi Sharif Tehran untuk pertama kalinya, berhasil merancang dan memproduksi alat diagnosa Covid-19 dengan menggunakan algoritma kecerdasan buatan melalui CT Scan dada.
Merujuk pada permintaan Kanada, Rumania dan Indonesia untuk menggunakan produk Iran, Kepala Pusat Riset Teknologi Informasi dan Komunikasi Mutakhir, Universitas Teknologi Sharif Tehran, Hamidreza Rabiee mengatakan, "Pemanfaatan sistem medis memerlukan payung hukum dan etika, di mana langkah-langkah ini tengah diambil dan produk ini akan segera dikirim kepada para pemohon."
"Sistem ini diberikan secara gratis kepada para dokter dan pusat-pusat kesehatan di seluruh dunia, apalagi dengan mencermati jumlah pasien yang sangat besar, dapat membantu dokter dalam mendiagnosa penyakit ini secara cepat dan akurat," ungkap Rabiee.
Dalam hal ini, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) juga memiliki peran aktif. Produksi plasma dingin (Cold Atmospheric Plasma) untuk terapi kanker dan berbagai senyawa Deuterium untuk penggunaan farmakologis, serta skrining neonatal dan diagnosa dini penyakit adalah di antara pencapaian Organisasi Energi Atom Iran di bidang kedokteran nuklir.
Prestasi ini menunjukkan bahwa lompatan besar telah dibuat di bidang sains, teknologi, dan penelitian di negara ini, dan puncak kehormatan yang sebelumnya eksklusif untuk beberapa negara maju kini berada di tangan para ahli Iran. Peringkat ilmiah dan inovasi teknologi di Iran terus tumbuh dengan langkah-langkah yang diambil beberapa tahun lalu ke arah ekonomi resistensi.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan perlunya kelanjutan pertumbuhan dan dinamisme sains di negeri ini dan menilai prestasi ilmiah sebagai sarana dan penyebab harapan dan motivasi untuk keberhasilan yang lebih banyak dan lebih besar dalam Langkah Kedua Revolusi.
Rahbar baru-baru ini men-tweet dalam bahasa Inggris di laman pribadi Twitter-nya, "Kemajuan sains Iran setelah Revolusi Islam bukanlah apa yang telah kami ungkapkan, tetapi apa yang telah diakui oleh basis data sains dunia dan mereka menyakini bahwa tingkat pertumbuhan sains tercepat di dunia telah terjadi di Iran dalam beberapa tahun terakhir."
Terbukanya cakrawala baru di bidang sains dan teknologi serta interaksi ilmiah dan kreatif di negara ini dalam kondisi sulit menghadapi virus Corona, sementara meningkatkan indikator kesehatan untuk era pasca-Corona, dapat menjadi platform yang baik bagi Iran untuk bersinar di arena internasional.
..........
340